Memilih Time Frame Yang Tepat Dalam Trading Forex

  • Reporter:
  • Senin, 10 Juni 2019 | 07:54
  • / 6 Syawal 1440
  • Dibaca : 885 kali
Memilih Time Frame Yang Tepat Dalam Trading Forex

Dalam dunia trading Forex, ada beberapa istilah-istilah yang harus dipahami oleh setiap trader. Apalagi jika anda masih pemula, istilah-istilah seperti ini harus anda kenali agar tidak kebingungan nantinya saat akan menjalankan trading Forex. Salah satu nya yaitu Time Frame (TF). Bagi anda yang masih pemula dan ingin belajar trading Forex, maka anda harus memahami tentang Time Frame. Dan pada artikel kali ini akan dijelaskan lebih lanjut mengenai pengertian time frame dan bagaimana cara memilih yang tepat.

Pada saat membuka trading Forex, anda bisa menemukan (TF) pada sebuah chart. Dimana ada banyak pilihan mengenai (TF) yang disediakan pla(TF)orm trading. Mulai dari 1, 5, 15, 30 menit, dan ada pula yang 1 dan 4 jam, Daily, Weekly sert Monthly. Beberapa trader professional mungkin sudah mengembangkan sistemnya sendiri. Bahkan mempunyai (TF) custom, semisal 20 menit, 8 jam, dan lainnya. bagi anda yang maish pemula, tentunya masih bingung memilih Time Frame forex yang sesuai. Perlu anda ketahui, jika ada berbagai acam faktor yang harus dipertimbangkan.

Time Frame adalah kurun waktu tertentu yang mana ditentukan untuk masa pengamatan harga. Pada kurun waktu berbeda, kondisi harga yang diutnjukkan dapat diterjemahkan secara berbeda. Misalnya, pasangan mata uang EUR/USD mengalami pelemahan dalam kurun waktu 1 jam terakhir dan kemudian menguat pada 1 hari terakhir. Semua ini akan terlihat pada grafik Forex jika anda mengubah (TF) yang terlampir. Istilah praktisnya adalah, grafik Forex terbentuk berdasarkan data pergerakan harga-harga yang dikumpulkan pada kurun waktu tertentu. Karena itulah saat Time Frame tersebut dirubah, maka data pergerakan harga juga bisa berganti.

Memilih Time Frame Berdasar Perspektif Strategi Trading

Penggunaan (TF) di dalam trading sangat relative, tergantung dari strategi dan metode yang digunakan trader. Seorang scalper misalnya, terbiasa menggunakan (TF) 1 menit dan 5 menit. Dan tentunya akan merasa aneh saat mencoba trading ala swing trader yang sering menggunakan 4 jam dan daily. Karena itulah pemilihan (TF) bisa disesuaikan dengan strategi yang anda gunakan dalam trading Forex. Namun, (TF) apapun yang akan anda pergunakan, yang paling terpenting adalah bagaimana hasil akhirnya. Yaitu mendapatkan profit secara konsisten dalam kurun waktu tertentu. Dan pada kali ini akan dibahas mengenai cara memilih (TF) yang sesuai dengan strategi yang digunakan dalam trading.

Time Frame Trader Harian atau Day Trader

Trader Forex harian umumnya menggunakan (TF) 5 menit sampai 1 jam. Dan setelah itu akan membuka satu hingga beberapa posisi trading. Kemudian barulah mereka akan menutup semua posisi di hari yang sama. Trader harian bisa jadi merupakan jenis trader yang jumlahnya paling banyak. orientasi pada profit trading harian inilah yang menjadi daya tarik utama, terutama bagi yang masih pemula. (TF) trader harian memang menarik serta memberikan banyak sinyal trading. Di sisi lainnya para broker yang mendapatkan keuntungan dari spread biasanya akan mendorong trader harian agar melakukan transaksi sesering mungkin.

Jika anda melakukan trading menggunakan metode price action, maka sinyal-sinyal yang dihasilkan oleh time farme rendah seringkali memiliki kesalahan. Biasanya trader price action melakukan trading pada pilihan (TF) 4 jam, daily, hingga weekly.

Time frame trader harian tersebut memang menarik dan banyak memberikan sinyal trading, disamping para broker forex yang memperoleh keuntungan dari spread cenderung untuk mendorong trader harian melakukan transaksi sesering mungkin.

Time Frame Scalper

Bagi trading yang menggunakan teknik scalping, mereka tidak akan memperdulikan tentang kualitas sinyal trading. Namun lebih melihat pada kuantitas posisi entry. Dengan beberapa indikator teknikal, trader entry dengan lot besar dan level stop loss serta target profil yang agak sempit. noise bukanlah hal yang penting aslakan volatilitasnya tinggi. untuk itulah cara trading menggunakan teknik scalping memang sangat membutuhkan (TF) yang kecil. Bahkan sekecil mungkin sehingga volatilitas yang didapatkan juga maksimal. Bagi trader non scalper, (TF) yang rendah mungkin bukanlah hal yang efektif dan membuat boros margin.

Time Frame Strategi Price Action

Memilih time frame Forex memang harus disesuaikan dengan strategi apa yang akan anda gunakan. Jika anda menerapkan strategi trading price action, maka gunakan pilihan (TF) yang lebih tinggi. Mengapa? sinyal yang valid akan lebih terlihat pada (TF) yang tinggi seperti 4 jam, daily dan weekly. Sinyal pada (TF) yang tinggi mencerminkan tentang sentiment pasar yang sangat jelas. Sedangkan untuk (TF) yang rendah cenderung berubah-ubah.

Meskipun begitu, jika anda sudah cukup terbiasa dan sering menggunakan pilihan (TF) tertentu. Dan bahkan bisa menghasilkan profit yang konsisten, maka anda tak perlu mengganti (TF). Untuk berganti time frame tentunya membutuhkan waktu untuk penyesuaian.

Memilih Time Frame Sesuia Dengan Tipe Trader

Setiap time frame memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Ibaratnya, time frame merupakan sebuah senjata yang bisa digunakan dengan baik tergantung dari cara anda menguasainya. Selain memilih time frame dari strategi yang digunakan, anda juga bisa melihat dari tipe trader. Trader seperti apakah anda? inilah yang akan menjadi patokannya. Menurut waktu ambil posisi, ada 3 jenis trader Forex yaitu:

Scalper

Scalper merupakan trader yang sering melakukan open-close transaksi untuk waktu yang singkat dan target perolehan pips rendah. Tipe trader ini akan lebih sering menggunakan chart dengan (TF) singkat seperti 1 menit hingga 30 menit.

Time Frame

Day trader

Day trader merupakan tipe trader yang biasanya melakukan open-close dalam rentang waktu 1 hari. Biasanya pilihan (TF) yang akan dipilih antara Hourly hingga Daily.

Time Frame

Swinger

Swinger merupakan trader yang sering melakukan open-close transaksi untuk rentang waktu, mulai harian hingga mingguan bahkan hingga hitungan bulanan. Nah untuk tipe trader yang satu ini akan lebih sering menggunakan (TF) 4 jam, Daily, dan Monthly.

Jika anda mempunyai ketahanan modal dan kesabaran yang tinggi Swing Trader mungkin bisa dilakukan. Meskipun anda harus menahan posisi mulai dari mingguan ataupun bulanna. Hal ini karena salah satu prinsip dari analisa teknikal yaitu History repeat. Ada sebuah pola dimana harga bisa cenderung memantal ataupun merosot lagi.

Perlu diingat, untuk menahan posisi open dalam waktu yang cukup lama juga bisa mempengaruhi emosi trading. Apalagi jika anda mengalami floating loss. Pada umumnya bagi pemula sangat disarankan untuk lebih memiliki (TF) daily. Sehingga lebih mudah untuk mensortir sinyal serta noise yang ditampilkan dalam chart. Namun ini tak harus untuk dijadikan patokan. Dalam prakteknya pun, ada pula beberapa kasus dimana Swing Trader menggunakan (TF) 15 menit di saat-saat tertentu.

Karena itulah sangat disarankan menggunakan akun demo terlebih dahulu saat akan memilih time frame. Sehingga anda bisa mendapatkan pilihan yang terbaik. Semoga informasi diatas dapat bermanfaat untuk anda.

Foto Terbaru

  • ©2016 LiputanTerkini

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional