Stop Loss – Pengertian, Macam-Macam, Serta Cara Menentukannya

  • Reporter:
  • Jumat, 26 Juli 2019 | 08:10
  • / 23 Djulqa'dah 1440
  • Dibaca : 413 kali
Stop Loss – Pengertian, Macam-Macam, Serta Cara Menentukannya

Stop loss merupakan hal yang sangat penting untuk memanajemen resiko dalam dunia trading forex. Setelah anda menentukan level stop, maka nantinya anda dapat menentukan ukuran lot pada trade yang akan dilakukan. Sebagai bagian dalam plan trading, stop loss adalah biaya yang anda harus tanggung sebagai trader. Hal ini memaksa trader untuk keluar dari pasar saat posisi trading. Terlepas trader ingin tetap bertahan dan berharap jika pergerakan harga bisa kembali sesuai dengan yang diinginkan.

Tak jarang, keinginan untuk tetap bertahan meskipun kondisi yang tak memungkinkan menjadi penyebab kerugian besar-besaran. Dan akhirnya membuat modal anda menjadi habis seketika. Trading tanpa menggunakan metode ini merupakan kesalahan yang cukup fatal dan harus dihindari dalam dunia trading. Namun meskipun begitu, masih banyak pemula-pemula trader yang tidak tertarik dan bukannya menjadikannya sebagai prioritas utama. Padahal ini menjadi faktor yang penting sebelum anda membuka posisi. Dan pada artikel kali ini akan dijelaskan lebih lanjut mengenai nilai batasan harga terendah ini lebih detail dalam trading forex.

Macam-Macam Stop Loss Dalam Forex

Jika anda ingin menggunakan nilai batasan harga terendah dalam trading forex. Tentunya anda harus paham benar tentang jenis-jenisnya berdasarkan pada cara pemasangannya. Anda bisa melihat penjelasan di bawah ini:

Nilai Batasan Harga Terendah Manual

Merupakan penghentian kerugian yang dilakukan trader dengan cara menutup posisi trading sendiri dalam software trading. Hal ini dilakukan ketika harga sudah bergerak jauh berlawan arah dengan target. Penerapan metode ini membutuhkan kedisiplinan serta kewaspadaan tinggi dari pemain trader. Jika ceroboh sedikit saja, maka loss dapat lebih besar dari maksimal resiko yang anda tentukan. Dan tentu saja ini menyebabkan anda mengalami kerugian besar.

Misalnya saja, anda membuka posisi untuk Buy EUR/USD di harga 1.2000. Anda berencana untuk menutup posisi saat bergerak ke arah 1.2050 dan mencapai profit tersebut. Atau jika mengalami loss karena telah mencapai di angka 1.1975. Namun anda tak memperhatikan pergerakan harga selama beberapa saat dan akhirnya pergerakan harga meluncur turun. Setelah anda baru sadar, ternyata anda harus menutup posisi di harga 1.1900. akibatnya, anda mengalami kerugian yang lebih besar mencapai 100 poin.

Nilai Batasan Harga Terenda Otomatis

Untuk jenis ini merujuk kepada penentuan pada level harga tertentu. Dimana posisi trading akan otomatis tertutup saat sudah mencapai level tersebut. Layanan ini biasanya ditempatkan pada semua software trading.

Jika anda sudah paham bagaimana cara order membuka posisi trading dalam software trading. Maka tentunya anda mengetahui jika pada formulir order ada kolom untuk nilai batasan harga terendah. Disitulah anda bisa menuliskan level harga yang anda inginkan. Nantinya jika pergerakan harga tidak bergerak ke arah yang diinginkan. Posisi trading akan tertutup otomatis saat mencapai level yang anda inginkan. Hal ini bisa terjadi meskipun anda sedang tidak online dan memantau trading. Sangat cocok bagi anda yang juga memiliki pekerjaan atau kegiatan lainnya di luar dari trading.

Trailing Stop

Tak hanya dapat menggunakan fitur nilai batasan harga terendah otomatis dalam formulir order. Namun anda juga bisa menggunakan fitur trailing Stop. Jika menggunakan stop loss, maka anda pastinya akan menutup posisi ketika mengalami kondisi rugi. Namun saat menggunakan trailing stop, anda bisa tetap mendapatkan profit meskipun pergerakan harga ke arah yang tidak terduga. Cara menempatkannya dalam Metatrader, pertama-tama bukalah posisi trading terlebih dahulu. Kemudian pada daftar order, klik kanan di posisi yang anda ingin pasang Trailing Stop. Setelah itu akan muncul seperti di bawah ini.

stop loss

Kemudian anda pilih berapa poin Trailing Stop yang ingin digunakan. Misalnya saja, anda ingin order Boy pada posisi harga 1.2000 dan kemudian memasang trailing stop di posisi 20 poin. Jika kemudian pergerakan harga naik ke angka 1.2021. Maka trailing akan aktif dan menggeser nilai batasan harga terendah secara otomatis menuju harga 1.2001. jika kemudian harga naik lagi menuju 1.2041, maka level stop bisa naik lagi ke angka 1.2021. Dan jika nantinya harga berbalik turun menuju angka 1.1975, maka anda bisa tetap mendapatkan keuntungan sebesar 21 poin.

Cara memilih Stop Loss

Ada 4 cara yang bisa anda lakukan untuk menentukan dan memilih stop loss yang ideal untuk sistem trading anda. dan masing-masingnya akan dijelaskan berikut ini.

1. Menentukan Secara Random

Banyak trader yang menggunakan cara acak atau random untuk menentukannya berdasarkan perkiraan dari besarnya pip yang dinginkan. Misalnya saja 25 pip ataupun 50 pip. Atau bisa dengan perhitungan position sizing yang diusahakan agar nilai batasan harga terendah bisa sekecil mungkin. Dan akhirnya volume trading dapat semakin besar. Cara ini tidak benar sebenarnya karena tidak memperhatikan bagaimana pergerakan harga. Sehingga mungkin saja level nilai batasan harga terendah tidak proporsional sesuai kondisi real pasar.

2. Menentukan Berdasar Level Support Atau Resistance Terdekat

Untuk membuktikan kebenaran dari posisi yang akan anda buka. Nilai batasan harga terendah ditempatkan pada bawah level support yang terdekat untuk posisi buy ataupun diatas level resistance ketika posisi sell. Jika level tersebut dapat ditembus, maka posisi yang anda buka salah. Dan berikut ini merupakan gambar dimana Nilai batasan harga terendah yang sudah ditentukan. Yaitu di bawah level support ditembus saat posisi anda memang salah.

stop loss

3. Menentukan Saat Level Support Atau Resistance Tidak Terlihat Jelas

Jika level support ataupun resistance tidak terlihat jelas. Maka anda bisa menentukan Nilai batasan harga terendah dengan cara memperhatikan bagaimana formasi price action. Misalnya pin bar atau mother bar, atau dengan menggunakan bantuan dari Indikator Average True Range.

stop loss

4. Menentukan Dengan Indikator ATR

Cara lainnya yang bisa anda gunakan untuk menentukan nilai batasan harga terendah adalah dengan menggunakan indikator ATR. Range pergerakan harga dapat digunakan menjadi acuan dalam menentukan besarnya nilai tersebut saat level resistance/support tidak jelas. Ketika range pergerakan harga lebar ataupun votalitas pasar dalam kondisi tinggi. maka trader tidak akan menetukan nilai batasan harga terendah yang ketat. Sebaliknya ketika votalitas pasar rendah, maka trader seharusnya tidak memilih yang terlalu lebar

Indikator AR dipergunakan untuk mengukur derajat votalitas perubahan harga, dari level yang high ke level low. Ataupun dari level low ke high berdasar perubahan besarnya range untuk setiap bar yang dapat digunakan acuan dalam mentukan stop-loss. Biasanya 1 kali nilai ATR dalam periode 14 hari, yaitu range rata-rata selama 14 hari terakhir.

Nah itu tadi penjelasan lengkap, mulai dari pengertian, jenis, hingga cara menentukannya. Bagi yang masih pemula, ini merupakan hal penting yang harus dipahami. Besarnya stop-loss sebaiknya anda tentukan sebelum ingin menentukan level target profit. Hal ini sangat penting sehingga anda menentukan position size sebelum akan entry. Selain itu setelah ditentukan besarnya, harusnya tidak diperbesar dan tetap. Namun masih bisa anda geser menuju level breakeven. Jika pergerakan trend saat itu sedang kuat, dapat digeser manual atau menggunakan fasilitas trailing stop. Semoga penjelasan diatas bermanfaat untuk anda.

Foto Terbaru

  • ©2016 LiputanTerkini

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional